-Ads Here-
Sebuah laporan menunjukkan bahwa Google sedang mengerjakan sistem operasi (OS) baru, yang dapat berfungsi sebagai dasar masa depan perangkat desktop perusahaan. Aluminium OS adalah platform yang menggabungkan ChromeOS dan Android dalam satu ekosistem. Proses ini menandai rencana baru Google untuk menantang dominasi Windows dan macOS di pasar PC, yang selama ini sulit untuk dipecahkan. Android tidak ada di PC tradisional meskipun sangat populer di smartphone, tablet, TV, dan mobil. ChromeOS, yang masih jauh di bawah dua raksasa sistem operasi di pasar desktop, adalah platform yang diandalkan Google selama ini.
Sejak tahun lalu, spekulasi tentang penggabungan Android dan ChromeOS menjadi lebih kuat. Sebuah laporan dari Android Authority pada saat itu menyatakan bahwa Google berencana untuk menggunakan Android sebagai sistem operasi desktop tunggal untuk mempercepat pengembangan dan bersaing dengan iPad di pasar komputer mobile. Jika ini benar, Android mungkin akan mengalami perubahan agar dapat terhubung ke fungsi desktop.
Rencana penggabungan tersebut dikonfirmasi oleh seorang eksekutif Google pada Juli lalu. Pada ajang Snapdragon Summit pada September, Google kemudian secara resmi mengumumkan rencananya untuk membawa Android ke pasar PC dengan bekerja sama dengan Qualcomm, menggunakan teknologi AI generasi terbaru. Tanda-tanda tersebut berasal dari iklan Google untuk posisi Manajer Produk Senior yang menyebutkan pembuatan sistem operasi baru, "sistem operasi berbasis aluminium, Android." Ini mengkonfirmasi bahwa Aluminium OS, platform baru yang dirancang Google sebagai sistem terpadu Android-ChromeOS.
Nama "Aluminium" dan nama logam dengan akhiran "-ium" diduga merujuk pada awal ChromeOS yang berbasis Chromium. Dalam proyek ini, ejaan Inggris "aluminium" dianggap sebagai dasar Android. Sebagaimana dikutip oleh Android Authority pada Rabu (26/11/2025), Google mengatakan bahwa Aluminium OS akan menggunakan AI sebagai dasar dan memanfaatkan semua kemampuan model AI terbarunya, Gemini, yang telah diterapkan pada smartphone premium.
Incar untuk segmen premium
Selain itu, kekhawatiran bahwa OS baru ini hanya akan ditujukan untuk laptop murah seperti Chromebook telah dibantah. Google menyebut pengelolaan portofolio perangkat dari kelas AL Entry hingga AL Premium, yang mencakup laptop, tablet, perangkat yang dapat dilepas, dan mini-PC ("kotak"). Dengan kata lain, Google bersiap untuk memasuki pasar PC premium, yang selama ini dimonopoli oleh Apple dan Microsoft.
Dengan Aluminium OS, Google tampaknya berusaha membangun ekosistem komputasi yang benar-benar terintegrasi dari ponsel hingga PC, di mana AI berfungsi sebagai motor utama pengalaman pengguna. Android juga berkembang dari sekadar sistem operasi ponsel menjadi platform komputasi yang lengkap. Meskipun harga untuk setiap kelas masih belum diketahui, jelas bahwa Google ingin bersaing di berbagai kelas pasar, strategi yang telah ditunjukkan sebelumnya melalui inisiatif Chromebook Plus.
-Ads Here-