-Ads Here-
AI sering disebut sebagai ancaman bagi dunia kerja. Khawatiran ini muncul karena dikatakan bahwa AI akan menggantikan manusia dalam banyak hal. Meskipun demikian, perspektif ini perlu diperjelas. Sebenarnya, kecerdasan buatan membuka kesempatan baru bagi mereka yang ingin belajar dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Tabel peggunaan Ai
Laporan tahun 2024 oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) menunjukkan bahwa sekitar 22 persen pekerja di Indonesia telah memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan di tempat kerja mereka, terutama di sektor digital, keuangan, dan pendidikan. Selain itu, sekitar 87% siswa di Indonesia mulai menggunakan AI untuk membantu mereka mengerjakan tugas sekolah dan melakukan penelitian mereka. Data menunjukkan bahwa teknologi telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dan tidak lagi menjauh dari manusia.
AI seharusnya dipahami sebagai alat bantu untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas daripada menakutkan karyawan. AI memungkinkan karyawan untuk menjadi lebih strategis dan kreatif karena kemampuan untuk menganalisis data dengan cepat dan menyelesaikan tugas berulang. Sebaliknya, perusahaan harus memastikan bahwa karyawannya menerima pelatihan dan peningkatan keterampilan agar mereka tidak tertinggal oleh kemajuan teknologi.
Pemerintah telah mengambil langkah untuk memastikan kemajuan teknologi dan kesejahteraan manusia seimbang saat memanfaatkan AI. Untuk menilai kesiapan Indonesia dalam hal undang-undang, sumber daya manusia, dan infrastruktur digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika dan UNESCO telah menyelesaikan Penilaian Kesiapan AI. Hasil penilaian menunjukkan bahwa Indonesia secara kebijakan berada di jalur yang benar. Meskipun demikian, literasi, infrastruktur, dan kesiapan sumber daya manusia masih menjadi kendala untuk pemanfaatan AI dalam praktik pendidikan dan kerja.
Dalam situasi ini, jika AI dianggap "membunuh" karyawan, yang terjadi bukanlah pembunuhan, tetapi pergeseran. Pekerja yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi berisiko tersisih. Namun, mereka yang mulai menggunakan AI sebagai alat kerja cenderung lebih berhasil. Pada akhirnya, AI bukan sepenuhnya ancaman atau solusi otomatis; penggunaan manusia menentukan hasilnya.
-Ads Here-