-Ads Here-
Lembaga penegak hukum di Eropa, Asia, dan Amerika Selatan, memperingatkan peningkatan aksi kriminal melalui penipuan online dengan modus 'SMS Blaster'. Secara umum, SMS Blaster merupakan perangkat portable yang bisa mengirim ribuan SMS palsu dan mengelabui sistem keamanan jaringan. Ancaman ini kian menjamur. Salah satu korban dilaporkan kehilangan 2.000 poundsterling (Rp44,5 juta) dalam hitungan menit, dikutip dari TechRadar, Kamis (11/12/2025).Saat ini, perangkat SMS Blaster, juga dikenal sebagai "Menara Telepon", dapat dibeli seharga laptop di situs web gelap, atau dark web. Ukurannya bisa masuk ke tas ransel. Metode penipuan ini menyasar masyarakat umum serta jaringan perusahaan dan karyawan. Penipu dapat meyakinkan karyawan untuk memberikan kredensial keamanan dan password untuk membobol sistem perusahaan.
Sebagaimana dilaporkan oleh Aliansi Anti Penipuan Global, para penipu telah mencuri uang senilai US$442 miliar (Rp7.374 triliun) sepanjang tahun lalu. Penipuan melalui SMS, juga dikenal sebagai "smishing", adalah penipuan kedua yang paling banyak digencarkan, hanya di bawah penipuan melalui email.
Meskipun aplikasi pesan singkat sekarang banyak digunakan untuk berinteraksi sehari-hari, SMS tetap sangat penting untuk melakukan proses verifikasi seperti pengiriman password sekali pakai (one-time password) atau otentikasi dua-faktor (two-factor authentication).
Untuk mencegah modus smishing, penggunaan dan kontrol harus diimbangi. Beberapa operator di Asia Pasifik melarang link yang dikirim melalui SMS. Hal ini tidak hanya dapat mengurangi upaya untuk menyebarluaskan informasi, tetapi juga dapat menghambat proses komunikasi. Ofcom baru-baru ini mengusulkan aturan baru di Inggris yang mewajibkan jaringan seluler lebih banyak memblokir SMS berbau penipuan untuk melindungi pelanggan dan perusahaan.
Memblokir identitas pengirim palsu, menetapkan batasan volume pada kartu SIM prabayar, dan menjalankan pemeriksaan menyeluruh pada pengirim pesan bisnis adalah beberapa dari saran yang diusulkan. Perlindungan ini akan terbatas pada pesan yang berasal dari pengirim SMS massal.
Penghentian terus-menerus jaringan 2G dan 3G juga mempermudah pertahanan dan membatasi peluang serangan radio. Sementara itu, industri harus bekerja sama dengan pemerintah dan penegak hukum untuk memerangi perampasan SMS.
Orang-orang harus berhati-hati saat menerima SMS dari nomor tak dikenal. Ini terutama benar ketika meminta data pribadi atau mengklik link tertentu. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.
-Ads Here-