-Ads Here-

Ada sejumlah besar pengguna Android yang sering mengabaikan peringatan Google. Meskipun demikian, peringatan Google sangat penting untuk memberi tahu orang bahwa konten berbahaya mungkin mengandung malware atau phishing. Anda akan melihat pemberitahuan jika konten yang Anda inginkan berbahaya atau menipu. Google menyatakan bahwa situs-situs ini sering disebut sebagai situs "phishing" atau "malware".
Para pelaku serangan siber mencoba mencuri data dari korbannya dari situs web berbahaya itu. Mereka akan menipu korban atau menjual informasi pada pihak lain di kemudian hari. Pengguna diminta untuk memperhatikan peringatan yang dikirim oleh Google setiap saat. Pesan itu dikirim secara otomatis, dan deteksi phishing atau malware diaktifkan secara otomatis.
Dalam hal ini, pengguna Android sering mengabaikan setidaknya lima peringatan. Informasi berikut dirangkum dari The Sun pada Jumat, 2 Januari 2026:
1. "Website di depan mengandung malware"
Salah satu situs web yang Anda kunjungi mungkin menginstall program berbahaya alias malware pada komputer Anda.
2. "Tempat yang menipu di depan"
Website yang Anda kunjungi mungkin phishing.
3. Lokasi yang tidak jelas
Website yang Anda akses mencurigakan dan mungkin mengandung malware.
4. "Tempat di depan memiliki program yang berbahaya."
Website mungkin memaksa Anda untuk menginstal program yang dapat menyebabkan masalah ketika Anda menggunakan internet.
5. Situs web yang Anda kunjungi berpotensi berbahaya: "This page is trying to load scripts from unauthenticated sources."
5. Situs web yang Anda kunjungi berpotensi berbahaya: "This page is trying to load scripts from unauthenticated sources."
Aplikasi yang tidak ada di Play Store
Google juga memberikan peringatan tambahan tentang penginstalan aplikasi dari luar Play Store, yang biasanya berbentuk file apk atau sideloading. Aplikasi telah lama diizinkan untuk diinstal dan diunduh di luar toko resmi Google, tidak seperti iPhone.
Namun, CEO Google Sundar Pichai menasihati pengguna HP Android untuk menghindari sideloading perangkat. Sideloading telah lama menjadi subjek perdebatan. Kubu terbagi menjadi dua bagian; sebagian besar menyatakan bahwa sideloading memungkinkan pengguna mengakses aplikasi buatan pengembang yang tidak tersedia secara resmi secara bebas.
Namun, menilai risiko sideloading merupakan hal yang berbeda. Karena aplikasi yang tersedia di toko aplikasi resmi telah melewati proses penyaringan yang lebih aman.
Pichai memberi tahu semua pengguna HP Android bahwa aplikasi sideloading rawan terinfeksi malware.
Alasan Apple untuk menolak izin sideloading sejalan dengan peringatan tersebut. Apple juga menggambarkan pernyataan Google sebagai "senjata", menyatakan bahwa Google adalah satu-satunya pihak yang menyadari risiko yang dapat ditimbulkan oleh aplikasi sideloading. Segala diskusi tentang sideloading berpusat pada satu hal: bagaimana mengimbangi kebebasan pengguna dan keamanan pengguna.
Meskipun sideloading dapat menyebabkan virus berbahaya, mekanisme ini dianggap memberi pengguna akses penuh ke semua aplikasi. Selain itu, sideloading memberi pengguna akses ke aplikasi beta yang belum resmi.
Selain itu, sideloading membantu pembuat aplikasi independen yang tidak ingin terikat pada sistem aplikasi resmi di Google Play Store atau Apple App Store.
-Ads Here-