-Ads Here-

Berita tentang banyaknya PHK di Microsoft kembali muncul. Dilaporkan bahwa perusahaan teknologi terbesar di Amerika Serikat sedang mempersiapkan untuk mereorganisasi operasinya untuk beradaptasi dengan era kecerdasan buatan (AI) dan berencana untuk memangkas hingga 22.000 karyawan pada awal 2026.
Menurut sumber rumor yang beredar, Microsoft sedang mempersiapkan banyak PHK pada kuartal pertama 2026, menurut Neowin. Selama periode pasca-liburan dan awal tahun fiskal, perusahaan ini sering melakukan pemangkasan tenaga kerja pada bulan Januari dan Juli. Sebagai bagian dari strategi restrukturisasi untuk menghadapi tantangan di era kecerdasan buatan (AI), langkah ini dianggap sebagai komponennya.
Menurut Satya Nadella, CEO Microsoft, tahun 2026 dapat menjadi tahun "berantakan" bagi industri teknologi. Karena itu, sektor ini sedang bergerak dari demonstrasi AI ke kolaborasi yang lebih dalam. Untuk mendukung pengembangan AI, Microsoft sedang mengalihkan pengeluaran modal ke GPU dan pusat data. Untuk menutupi biaya tersebut, perusahaan harus mengurangi sumber daya manusia, yang berarti memecat karyawan. Selain itu, Nadella menyebut ukuran Microsoft sebagai "kerugian besar" dalam persaingan AI karena perusahaan memiliki lebih dari 220.000 karyawan di seluruh dunia. Setelah perekrutan berlebihan selama pandemi, Microsoft mulai memangkas lapisan manajemen menengah untuk meratakan organisasi.
Laporan yang dipublikasikan oleh HR Digest menunjukkan bahwa spekulasi tentang PHK yang terjadi saat ini dapat mencapai 5% hingga 10% dari total tenaga kerja, atau 11.000 hingga 22.000 pekerjaan. Manajemen menengah, operasi Azure Cloud, divisi game dan Xbox, penjualan, dan rekayasa non-inti adalah bidang yang paling berisiko terkena dampak PHK. Microsoft belum mengumumkan rencana ini secara resmi hingga saat ini. Jika ini benar, ini akan menambah daftar panjang orang yang rajin di Microsoft. Sebelum tahun 2025, perusahaan telah mengurangi 15.000 pekerjaan.
-Ads Here-