-Ads Here-
Dua mantan pekerja perusahaan keamanan siber AS mengakui bersalah atas sejumlah serangan ransomware yang mereka lakukan pada tahun 2023. Menurut detikINET, dikutip dari The Verge, salah satunya bahkan pernah bekerja sebagai negosiator ransomware, pekerjaan yang seharusnya membantu korban pemerasan digital. Pada Selasa waktu setempat, Departemen Kehakiman AS (DOJ) mengumumkan bahwa Ryan Goldberg (40) dan Kevin Martin (36) telah memeras Bitcoin senilai minimal USD 1,2 juta dari sebuah perusahaan perangkat medis, serta menargetkan sejumlah organisasi lain di berbagai bidang.
Keduanya didakwa bersama dengan seorang pelaku tambahan yang identitasnya tidak diungkapkan. Menurut dakwaan, mereka menggunakan ransomware ALPHV atau BlackCat untuk mengenkripsi sistem korban dan mencuri data mereka, lalu menuntut tebusan agar data tidak dipublikasikan.
Latar belakang pelaku membuat kasus ini menarik perhatian. Martin dan orang lain diketahui bekerja sebagai negosiator ransomware untuk Digital Mint, perusahaan yang menangani insiden siber yang sering membantu organisasi yang terkena serangan siber. Goldberg adalah manajer respons insiden di Cybersecurity Services di Sygnia.
ALPHV/BlackCat adalah satu-satunya kelompok ransomware yang menggunakan model ransomware-as-a-service (RaaS), di mana pengembang malware memberi afiliasi alat serangan dan mengambil bagian dari uang tebusan. Kelompok ini pernah terlibat dalam serangan besar terhadap perusahaan terkenal seperti Reddit, UnitedHealth Group, dan MGM Resorts.
Menurut Departemen Kehakiman, para terdakwa berusaha memeras jutaan dolar dari berbagai target di Amerika Serikat, termasuk perusahaan farmasi, klinik, perusahaan teknologi, dan produsen drone. FBI bahkan berhasil mengembangkan alat dekripsi pada tahun 2023 untuk membantu korban pemulihan data yang terkunci karena serangan BlackCat.
Menurut A. Tysen Duva, Asisten Jaksa Agung Divisi Kriminal DOJ, para terdakwa menyalahgunakan kemampuan dan keahlian keamanan siber mereka untuk melakukan kejahatan yang seharusnya mereka hindarkan.
Goldberg dan Martin mengaku bersalah atas satu dakwaan konspirasi pemerasan yang memengaruhi perdagangan antarnegara bagian. Keduanya dijadwalkan menjalani sidang vonis pada 12 Maret 2026 dan terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.
-Ads Here-