-Ads Here-
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) telah membuka blokir chatbot kecerdasan buatan Grok AI, yang dibuat oleh X Corp. Seperti yang dilaporkan KompasTekno pada hari Minggu, 1 Januari 2026, situs web Grok AI (grok.com), domain X.AI, dan aplikasi mandiri Grok untuk ponsel sudah dapat diakses secara umum. Setelah X Corp, perusahaan AI milik Elon Musk, membuat komitmen tertulis untuk meningkatkan layanan dan mematuhi hukum Indonesia, normalisasi ini dimulai, kata Alexander Sabar, Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi. Namun, pemulihan akses ke Grok di Indonesia dilakukan secara bersyarat dan dengan pengawasan ketat. “Komitmen ini akan menjadi dasar evaluasi, bukan akhir dari proses pengawasan,” kata Alexander dalam sebuah pernyataan resmi yang dikirim ke Jakarta.
X Corp mengumumkan dalam sebuah surat resmi yang ditujukan kepada Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) bahwa mereka telah menerapkan berbagai langkah untuk menangani penyalahgunaan layanan Grok. Penguatan perlindungan teknis, pembatasan akses terhadap fitur tertentu, penajaman kebijakan dan penegakan aturan internal, dan pengaktifan protokol respons insiden adalah semua langkah-langkah tersebut. Alexander menyatakan bahwa Kemkomdigi akan memverifikasi dan menguji seluruh langkah tersebut.
Hal itu dilakukan untuk memastikan bahwa itu berfungsi untuk menghentikan pelanggaran, termasuk penyebaran konten ilegal dan pelanggaran undang-undang perlindungan anak. Normalisasi ini disertai dengan pengawasan dan evaluasi terus menerus. Alexander menyatakan bahwa Kemkomdigi tidak akan ragu untuk mengambil tindakan korektif, termasuk menghentikan akses layanan, jika ditemukan pelanggaran atau ketidakkonsistenan dalam pelaksanaannya.
Menurut Komdigi, X Corp akan terus bekerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk memenuhi tanggung jawab hukumnya sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) dan menjaga ekosistem digital yang aman. Kami masih memiliki kesempatan untuk berbicara secara konstruktif, tetapi kita harus mematuhi hukum Indonesia. Alexander menyatakan bahwa normalisasi layanan merupakan bagian dari proses pengawasan negara yang berkelanjutan dan bukan titik akhir.
Diblokir karena konten asusila: Komdigi sementara menghentikan akses ke Grok AI di Indonesia sejak awal Januari 2026. Faktor penyebabnya adalah penggunaan Grok AI di X Twitter, yang digunakan untuk membuat atau membuat deepfake yang mengandung konten berbahaya. Pemblokiran ini dilakukan untuk melindungi perempuan, anak-anak, dan masyarakat secara keseluruhan dari konten pornografi palsu yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan, menurut Meutya Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi). Saat ini, hanya situs web Grok.com, X.AI, dan aplikasi mandiri Grok AI yang diblokir. sementara X tetap memungkinkan akses ke Grok. Pada saat itu, menurut tinjauan KompasTekno, ketika pengguna mengakses halaman Grok.com dan X.AI, mereka dialihkan ke halaman Trustpositif. Muncul pemberitahuan error saat menggunakan aplikasi Grok.
Setelah normalisasi, seluruh akses ke Grok AI yang sebelumnya diblokir dapat diakses kembali. Sebaliknya, X Corp juga membatasi operasi Grok di X. Hanya pelanggan X Premium yang dapat me-mention @Grok untuk membuat foto saat ini.
-Ads Here-