Wednesday, April 13, 2016

Ogah Upgrade ke Windows 10? Script Ini Bisa Bantu Anda blokirnya

Mungkin itulah yang cocok untuk menggambarkan status Windows 10 saat ini. Sebagian orang mencintainya karena Microsoft memberikan upgrade secara cuma-cuma, membuat jutaan orang bisa menikmati versi Windows terbaru ini tanpa mengeluarkan biaya.
Tetapi bagi mereka yang tetap ingin bertahan di Windows 7 / Windows 8.1 dan nyaman dengan versi OS tersebut, notifikasi upgrade Windows 10 dianggap cukup agresif dan mengganggu. Terus menerus muncul, bahkan mendownload semua file yang dibutuhkan secara background tanpa diketahui pengguna.

Artikel ini ditulis buat kamu, yang tetap ingin bertahan di Windows 7 / Windows 8.1 karena masih nyaman dengan versi OS tersebut.
Sebelumnya WinPoin sudah mengulas tentang metode memberantas ajakan upgrade ke Windows 10 menggunakan GWX Control Panel, kini ada lagi metode alternatif lain yang bisa kamu gunakan yaitu melalui script yang diberi nama Aegis.

Aegis bisa kamu download gratis dari sini atau sini.

Setelah kamu ekstrak, klik kanan aegis.cmd dan klik Run as administrator. Setelah itu kamu tinggal ikuti saja instruksi yang muncul.
Apa yang sebenarnya dilakukan oleh Aegis ini adalah mematikan dan memblokir berbagai hal yang diperlukan untuk melakukan upgrade ke Windows 10, misalkan saja GWX, Spynet, Telemetry, Wifisense; menyembunyikan folder download Windows 10; menguninstall sekitar 31 update yang berhubungan dengan proses upgrade Windows 10; uninstall diagtrack; disable remote registry; disable 31 scheduled task; memblokir 188 Microsoft host (221 IP); serta mengubah Windows update settings menjadi Check / notify tanpa install otomatis.
Tentu saja karena mengubah banyak hal di internal sistem Windows, sebelum menjalankan script ini sebaiknya kamu melakukan backup image atau setidaknya restore point terlebih dahulu, atau setidaknya membuat restore point. Pastikan juga kamu merestart Windows sebelum menjalankan Aegis ini, untuk memastikan tidak ada pending update yang sedang berjalan.

Sunday, April 3, 2016

Cara Masuk "Safe Mode" di Windows 10

Dalam setiap sistem operasi Windows, "mode aman" alias Safe Mode merupakan mekanisme yang berguna untuk mendeteksi masalah pada komputer. Namun cara lama, yaitu dengan menekan tombol F8 saat komputer sedang booting, tidak selalu efektif digunakan di Windows 10.

Masalah yang dimaksud, misalnya untuk mengetahui apakah komputer kamu terinfeksi virus atau tidak. Untuk tujuan ini, Anda cukup masuk ke Safe Mode dan mulai pindai seluruh file menggunakan aplikasi antivirus.

Bila kamu menggunakan Windows 10, ada trik tertentu yang bisa Anda lakukan untuk mengakses mekanisme Safe Mode itu. Asalkan masih bisa masuk ke dalam sistem operasi Windows, trik ini dapat dilakukan dengan mudah.

Berikut ini, sebagaimana dilansir KompasTekno dari PC World,  adalah cara masuk ke Safe Mode di Windows 10.
 
PC World Agar masuk ke dalam Safe Mode, restart dan tahan tombol Shift

1. Setelah berhasil masuk ke sistem operasi Windows, klik atau tekan tombol Start dan pilih Power. Tekan serta tahan tombol Shift, kemudian pilih Restart.
 
PC World Advance Menu di Windows 10


2. Layar akan berganti tampilan, lalu kali ini kamu mesti memilih opsi Troubleshoot, Advanced Option dan Startup Setting.

3. Setelah berhasil masuk ke layar Startup Setting, pilih tombol Restart. Komputer akan mengulang sistemnya dan membawa Anda ke layar Startup Setting.

Di sini gunakan tombol panah pada keyboard untuk memilih Enable Safe Mode atau Enable Safe Mode with Networking.

Buat jaga-jaga, seandainya tidak bisa masuk sampai ke Windows, cobalah untuk booting sampai ke layar login. Di layar ini setidaknya ada sebuah tombol Power yang dapat dimanfaatkan mengikuti panduan di atas.

Masalah yang cukup merepotkan terjadi ketika Anda tidak bisa masuk ke login screen sama sekali. Bila ini terjadi bisa dikatakan Windows milikmu sudah benar-benar kacau.

Salah satu cara paling mudah dalah menyiapkan antisipasi sebelum masalah itu terjadi. Anda membutuhkan sebuah Windows 10 Recovery Drive yang bisa dibuat sekarang ketika Windows 10 masih baik-baik saja.

Nah, jika kedua cara yang disebut di atas tidak bisa dipakai, Anda cukup pasang flashdisk tersebut di tempatnya. Selanjutnya boot sistem operasi melalui recovery disk tersebut.

Setelah berhasil booting akan muncul menu. Kini tekanlah tombol Troubleshoot, Advance Option dan kemudian masuk ke Command Prompt.

Dalam kolom Command Prompt masukkan tiga baris kode berikut ini dan pastikan menekan Enter setiap kali menyelesaikan satu baris.

Pertama masukkan "C:", kemudian masukkan kode "bcdedit /set (defult) bootmenupolicy legacy" dan tekan enter. Kemudian masukkan kode "exit" untuk keluar dari aplikasi.

Bila sudah melakukan hal tersebut, matikan komputer dan tekan F8 berulang kali untuk masuk ke Advance Option serta lanjutkan langkah di atas.

Cara Memperbaiki Windows 8.1 yang Gagal Booting

Gagal booting Windows 8.1 seringkali disebabkan oleh adanya masalah di Master Boot Record (MBR) atau di Boot Configuration Data (BCD). Bagi kamu yang mengalami gagal booting, jangan buru-buru melakukan install ulang dulu. Cobalah memperbaiki MBR atau BCD nya terlebih dahulu. Caranya sangat mudah tetapi cukup ampuh untuk memperbaiki Windows 8.1 yang gagal booting.

Cara Memperbaiki Windows 8.1 yang Gagal Booting

1. Masukkan DVD Windows 8.1 (Atau bisa juga menggunakan media instalasi lainnya seperti Bootable USB misalnya)

2. Booting ke DVD Windows 8.1 tersebut. Setiap PC memiliki cara yang bervariasi untuk mengatur first boot, tetapi biasanya adalah dengan menekan tombol ESC atau F10.

3. Ketika sudah booting dari DVD instalasi Windows 8.1, klik Next -> Repair your computer -> Troubleshoot -> Advanced options -> Command prompt



Cara Memperbaiki Windows 8.1 yang Gagal Booting
Cara Memperbaiki Windows 8.1 yang Gagal Booting
Cara Memperbaiki Windows 8.1 yang Gagal Booting
Cara Memperbaiki Windows 8.1 yang Gagal Booting
Cara Memperbaiki Windows 8.1 yang Gagal Booting
Cara Memperbaiki Windows 8.1 yang Gagal Booting

4. Ketikkan command berikut ini satu per satu dan tekan Enter. Ketikkan command setelah proses di command sebelumnya selesai.
bootrec /fixmbr
bootrec /fixboot
bootrec /scanos
bootrec /rebuildbcd

5. Setelah seluruh proses selesai, tutup command prompt dan restart PC kamu.
Windows 8.1 biasanya sudah langsung bisa booting dengan normal. Tetapi jika masih gagal booting, buka lagi command prompt menggunakan step 1 – 3 diatas. Setelah itu jalankan command ini:
bcdedit

Setelah itu perhatikan pada bagian Windows Boot Manager, mungkin device nya tercatat sebagai unknown. Perhatikan juga di Windows Boot Loader, mungkin device dan osdevice nya juga tercatat sebagai unknown.
Untuk memperbaiki ini, jalankan command berikut satu per satu:
bcdedit /set {default} device partition=c:
bcdedit /set {default} osdevice partition=c:
bcdedit /set {bootmgr} device partition=c:
Setelah itu close Command Prompt dan restart PC.
Dengan cara tersebut Windows 8.1 yang gagal booting karena permasalahan di MBR dan BCD bakal bisa booting lagi.

Jika ternyata gagal booting Windows kamu tidak bisa diselesaikan dengan cara diatas, silahkan langsung saja tanyakan di Forum WinPoin untuk mendapatkan solusinya. Mungkin gagal booting tersebut bukan disebabkan oleh masalah pada MBR atau BCD nya.

Cara Mengatasi Gagal Booting Windows di Komputer

Berbagai macam kegunaan komputer sebagai alat bantu manusia dalam mengerjakan kehidupan sehari - hari tidak membuat sebuah komputer atau laptop dapat berjalan selamanya. seperti manusia, komputer dan laptop pun mempunyai kelemahan, yang paling sering kita temukan adalah kegagalan dalam proses Booting.
Cara Mengatasi Komputer yang error saat booting dan loading windows melakukan looping serta restart beerulang kali merupakan topik yang akan dibahas My Repair Solution ( Solusi Masalah Komputer ). Ketika kita menggunakan software yang tidak sesuai tentu akan membuat sistem mengalami kesulian untuk mencocokkannya dengan perangkat keras (hardware).

Beberapa penyebab gagal booting dan hanya bisa masuk ke BIOS :
  1. Menggunakan Activator Windows 7 yang tidak sesuai.
  2. Memakai aplikasi Windows 7 Loader yang tidak sama dengan tipe Motherboard dan sistem komputer kalian.
  3. Proses uninstalling yang tidak selesai seperti Uninstall Deep Freeze.
  4. Terinfeksi oleh virus Sality atau lainnya.
  5. Saat proses pengupdatean mesin Windows Update, tiba tiba komputer mati, listrik padam / mati lampu, deep freeze terbuka kemudian tertutup lagi sehingga proses update tertunda dan berulang ulang.
  6. Mengganti salah satu komponen Registry pada regedit.exe di HKEY LOCAL MACHINE atau terjadi corrupt.
  7. Proses Kegagalan Booting karena tingkat kepanasan dari hardware atau terjadi crash Master Boot Record (MBR).
This is generally most useful if you’ve broken something and there’s a boot loader error, or if you have made the mistake of installing an older version of Windows on the same PC that already has Windows 7 which wipes out the boot loader.

Permasalahan diatas sebenarnya dapat diselesaikan tanpa harus melakukan install ulang. Langkah awal adalah dengan cara Masuk ke bagian Safe Mode dan lakukan pengubahan terhadap apa yang anda lakukan sebelumnya sebelum masalah tersebut terjadi.

Cara Masuk ke Safe Mode :
  • Restart komputer, laptop, atau notebook anda.
  • Setelah muncul BIOS atau tampil merk tipe dan nama laptop anda, tekan F8 secara berulang ulang.
  • Maka akan muncul panel yang berisi banyak menu.
  • Pilih Safe Mode, jangan pilih Safe Mode Networking atau Safe Mode with Command Prompt.
Apabila belum dapat terselesaikan juga, saatnya melakukan langkah yang sedikit rumit lagi. Pada proses ini, anda membutuhkan kaset CD/DVD Operating System Windows 7 bisa asli atau tidak. Hal yang terpenting adalah harus memiliki kesamaan tipe seperti Ultimate, Professional, Home Basic, Startup, Enterprise, dll.

Tidak hanya CD/DVD, jika anda mempunyai installer di flashdisk, itu juga bisa digunakan.

Agar windows anda dapat berjalan dengan normal dan tidak looping terus dapat mengikuti cara berikut :

1. Nyalakan komputer atau laptop anda.

2. Ketika muncul tampilan BIOS, tekan F12 atau F2 untuk merubah setting Booting.

3. Masukkan CD/DVD Master Windows 7 / Vista / XP anda.

4. Kemudian pada panel BIOS, pilih BIOS Configuration untuk mengubah First Boot menjadi ke CD/DVD. Sedangkan jika anda menggunakan flashdisk yang berisi OS Windows ubah First Boot menjadi USB.

5. Ubah urutan First Bootnya dari Harddisk ( SATA ), menjadi CD /DVD dengan cara tekan enter lalu pilih. Atau gunakan F5 untuk menurunkan posisinya.

6. Setelah itu, tekan F10 untuk melakukan SAVE. Restart komputer anda, biasanya otomatis.

7. Setelah di restart akan muncul tulisan ' Press Any Key From Boot to CD/DVD . . . '
    Tekanlah tombol apapun pada keyboard anda, contoh tanda panah atas bawah kanan kiri.

8. Maka akan masuk ke installer Windows, lalu pilih Repair Your Computer.
repair computer
9. Tunggu beberapa saat, karena komputer akan melakukan cek sistem terlebih dahulu. Click Next.
system recovery options
10. Selanjutnya akan muncul jendela yang memiliki 5 pilihan bagi anda. Anda dapat mencobanya satu persatu dari atas kecuali opsi Windows Memory Diagnostics.
Note : Pilih Startup Repair jika Windows anda masih normal. Jika Anda pernah melakukan backup silahkan pilih System Restore. Jika anda pernah melakukan restore point image, pilih System Image Recovery. Jika tidak keduanya pilih opsi Command Prompt.

recovery option tools
11. Untuk opsi terakhir yaitu menggunakan Command Prompt maka akan muncul kotak berwarna hitam seperti cmd / dos. Jangan takut terhadap tampilan ini, karena masalah diatas akan segera selesai.

12. Ketik DIR C:
Ini untuk memanggil semua data yang ada pada Local Disk C khususnya sistem agar dapat diakses dan diperbaiki.

13. Ketiklah salah satu opsi di bawah ini, mulailah dari yang paling atas terlebih dahulu. Lalu tekan ENTER. Jadi ketiknya satu persatu tidak sekaligus.

bootsect.exe/nt60 c:

bootsect.exe/nt60 all

bootrec /fixmbr

bootrec /fixboot

bootsect /nt60 all /force /mbr

Jika anda telah menemukan tulisan 'The operation completed succesfully' silahkan restart komputer. Jangan menulis semua perintah eksekusi diatas.

Contoh hasil pengembalian boot sector ke default :
boot sector recovery


bootrec windows 7
Jika telah melakukan semua perintah diatas, namun tidak ada yang berhasil, maka lakukan pemulihan pertama yaitu Startup Repair.
startup repair

Catatan :
Anda harus mengubah First Boot kembali ke Harddisk jika sudah selesai perbaikan. Atau anda tidak perlu menekan tombol apapun ketika muncul tulisan 'Press any key from boot to CD/DVD...' Hanya saja akan membuat lama proses loading Windows anda.

Cara diatas 90% berhasil untuk cara mengatasi booting yang error di windows atau tidak dapat masuk windows dan hanya bisa ke BIOS. Jika tidak berhasil, anda harus melakukan install ulang atau dapat berkonsultasi kepada kami terlebih dahulu.

Tips Cara Mengatasi Program Windows Error (Program Not Responding)

Microsoft Windows atau yang biasa dikenal dengan Windows ini merupakan salah sistem operasi terbesar saat ini. Windows merupakan sistem operasi yang dikembangkan oleh Microsoft.
Dengan perkembangan Windows saat ini tak menutup kemungkinan akan adanya system error yang masih muncul. Jika Anda pengguna dari Windows mulai dari versi lama, Windows XP, Windows 7 hingga versi terbarunya Windows 8, mungkin pernah mengalami kejadian program not responding.
Program not responding pada windows 7 atau windows XP merupakan hal yang sering sekali ditemui. Penyebab dari program not responding biasanya disebabkan oleh beberapa hal, misalnya :
  1. Memori yang disediakan di harddisk Anda penuh
  2. Program yang Anda buka terlalu banyak
  3. Terkena serangan virus sehingga menyebabkan memory Anda full
  4. Spesifikasi laptop Anda kurang bagus
Masih banyak penyebab dari program not responding pada Windows 7 atau Windows XP, namun Anda tak perlu meresahkan hal tersebut. Jika Anda mengalami hal ini, tentunya Anda ingin segera menutup proram not responding tersebut karena berdampak pada kinerja laptop atau komputer Anda.

Monday, January 18, 2016

Cara Menonaktifkan Windows Update di Windows 10

Cara Menonaktifkan Windows Update di Windows 10 - Cara mematikan Windows update di Windows 10, Cara Disable Windows update, Cara Disable Auto Update Windows 10. Kali ini Cyber Connex akan membagikan Trik sederhana untuk men-disable windows update. Cara ini sangat mudah di aplikasikan. Cara ini juga bisa di aplikasikan ke Windows dibawahnya.


Pada dasarnya Windows Update merupakan fitur yang disediakan Windows untuk melakukan update secara otomatis untuk memudahkan user/pengguna untuk mengupdate Windows, Hal ini sebenarnya sangat berguna bagi para user. Namun disisi lain, Windows Update juga mengganggu, kenapa? yang pertama karena update ini harus di download, tentunya juga memerlukan banyak kuota (untuk pengguna internet berbasis kuota). Kedua, mengganggu koneksi ketika kita browsing dan sebagainya karena kita harus membagi koneksi browsing kita dengan download-an Update. Kemudian yang ketiga, Windows Update sangat mengganggu bagi pengguna yang Windows-nya tidak asli, karena akan merusak Windows tersebut. atau uga yang Packagenya tidak memadai. Berikut solusi mudah bagi anda yang ingin Menonaktifkan Windows Update di Windows 10

Langkah - Langkah Menonaktifkan Windows Update

  • Buka CMD (Command Prompt) dengan cara klik kanan pada sisi kiri bawah (Star Menu) -> Command Prompt (Admin). atau pada kolom Search ketikkan CMD kemudia klik kanan Run As Administrator
  • Ketikkan Services.msc
  • Cari Windows Update kemudian Klik duakali pada opsi tersebut, akan muncul kotak dialog seperti dibawah
  • Jika Status Started klik Stop dulu, dan pilih disabled pada startup type.
  • Klik OK
  • Restart Komputer/Laptop anda
  • Selesai
Demikian Tutorial Cara Menonaktifkan Windows Update di Windows 10. Terima kasih